Tas Kresek

(Lukisan disini lukisan saya pribadi. Tas kresek image diambil dari internet dengan kata kunci : tas kresek)

Saya gak tau apa ini sebuah musibah atau anugerah ketika saya sama sekali tidak berminat membeli tas bermerk mahal seperti Liebeskind Berlin, Louis Vuitton, Fossil, Picard, Chanel, apa lagi ya? Pokoknya yang saya cek harga bisa ratusan sampe ribuan euro! Kecuali ada diskon besar sampe harga tas kurang dari 50€ hehe yaaa (semahal atau semurah itu tergantung siapa yang baca ya). Saya bakalan dijendul alias ditipuk kepala ama yang punya Chanel atau Hermes pake tasnya?? Dibilang gendeng alias gila tas ratusan ampe ribuan kok turun 50 € kebawah, “Tas e mbahmu! Tidak berminat bukan berarti tidak suka, saya suka melihat model tas2 mahal itu, tapi saya merasa sayang mengeluarkan ratusan sampe ribuan euro hanya untuk sebuah tas saja. Mungkin karena saya “tidak punya uang” untuk tas semahal itu. Meski saya bukan jurusan ekonomi tapi secupet pengetahuan saya yang saya dapat Di jurusan IPS belajar ekonomi saat SMA, saya ingat hukum ekonomi yang menyatakan ” Semakin besar pemasukan Semakin besar pengeluaran.” Andaikata netto saya punya uang 11,000 € per bulan Bo!!!, apakah saya akan membeli tas2 mahal ini?? Seperti nya tidak karena “masalah”nya adalah pada MINAT dan PERGAULAN. Saya diskusi tentang ini dengan suami dan menurut saya ini menarik sekali.

MINAT

Saya pribadi mungkin bukan orang yang terlalu mementingkan fashion, yang artinya dari atas sampe bawah harus setidaknya dua barang bermerk. Tapi bukan berarti bertas “Kresek” itu bakalan tidak fashionable!.

Semua orang tau bahwa harga tas2 itu Mahal karena lebih kepada NAMA. Yes girls! You buy for the name! You pay for the brand!Ada banyak tas yang lebih murah yang qualitasnya sama dengan Tas2 milyuner Dan socialita itu. Kenapa saya sebut socialita? Karena tas2 ini juga bisa menjadi simbol kekayaan seseorang, nah ini ada hubungan dengan PERGAULAN. Seseorang yang berada di PERGAULAN mewah, akan ‘terpacu’ untuk ikut membeli tas2 mewah ini, seperti peer pressure begitu. Alasan kedua kenapa saya sebut tas socialita karena tas ini sejatinya kan dipake diluar dan pasti dilihat orang dong. Ada kebanggaan mungkin dilihat menjadi orang yang berduit. Saya yang tidak menaruh MINAT beli tas2 mahal ratusan €, dengan gaji atau pemasukan katakan 11,000€ Netto per bulan, mungkin akan membeli lukisan Mahal atau meja yang bisa saya gunakan buat crafting dan art work lainnya. Suami saya memberi Komen ” Nah lukisan itu untuk dinikmati sendiri artinya orang lain tidak akan tau sampe mereka bertamu kerumah, itupun mereka tidak akan tau harga sampe mereka bertanya dan kita menjawab. Sedangkan tas2 mahal itu adalah kebanggaan bagi mereka yang MINAT dengan Tas2 mahal ini, bisa jadi orang lain tau bahwa dia punya barang mahal, bikin dia seneng.”

Kalau saya dikasih tas2 mahal itu bagaimana? Tanya saya Sama suami, dan dia menjawab “Ya dijual lagi saja!”. Hahahaha! Ya betul, mungkin kalau ada yang kasih tas2 ratusan€ itu, selama hadiah itu bukan dikasih oleh orang2 terkasih, mungkin akan saya jual kembali.

Saya ibu rumah tangga, rasanya aneh pergi belanja pisang dan sayur ke supermarket jalan kaki terus nenteng tas Hermes misal, pulang2 tasnya ditaruh brek jadi satu ama pisang dan bayam kok lucu rasanya.

Pun saya orang kantoran, pergi berkantor duduk, sudah deh, tas mahal itu akan membisu.

Saya pernah berdiskusi dengan beberapa teman tentang tas2 mahal, dan mereka yang berada pada grup milyuner akan bilang “Mending beli tas Mahal tapi awet daripada murah tapi cepet rusak.” Saya yang mungkin berada di grup Tas kresek menurut mereka, akan bilang “Kamu bisa beli 2 atau 3 tas murah yang kalau ditotal harga 100€ atau kurang, dan pake tas ini bergantian.” Cepet rusak atau nggak kan tergantung pakainya bagaimana dan perawatannya juga. Kecuali tasnya buat nabokin orang sambil pecicilan naik2 turun2 gunung, plus bawa batu beton ditaruh ditas, saya pikir alasan “beli tas Mahal supaya tidak cepet rusak” itu agak sedikit nonsense, artinya beli tas2 mahal ini lebih kepada kepuasaan pribadi: menjadi lebih PD, merasa diterima di lingkungan PERGAULAN grupnya yang rata2 socialita atau kaya, atau juga kebanggaan dilihat berduit “Cieeee tasnya rek! Mahal tuh!” , “Eh nggak, ini lagi diskon kok, tadinya 800€ jadi 300!” Naaah embel2 kata “diskon” ini yang memperhalus “Mahal”. Tergantung dengan siapa dia bicara, kalau Sama saya grup Tas kresek ya itu masih mahal.

Orang2 yang tidak MINAT dalam seni, mungkin juga akan gagal paham kenapa saya beli lukisan ratusan €! Duh lukisan begitu kok dibeli, Mahal pula! Mending saya belikan tas!

Saya tidak menyalahkan mereka yang hobby membeli tas2 mahal, toh itu uang mereka, itu kepentingan mereka, apapun tujuan mereka, asal bukan untuk naboki kita dalam arti sebenarnya ‘nabokin’ ya gak apa2. Saya cuma tidak bisa mengerti kerelaan mereka mengeluarkan ratusan euro hanya untuk sebuah tas. Bagi mereka itu bukan hanya sebuah tas:)

Selalu ada dua sisi koin yang berbeda, dan ketika saya berada disisi koin yang lain kemudian berusaha melihat sisi koin tetangga saya, saya harus sekuat tenaga untuk bisa menempatkan diri saya di sisi yang lain untuk bisa berempati dan paham, tetapi terkadang itu gak bisa dilakukan karena sisi itu terlalu berbeda.

Advertisements

One response to “Tas Kresek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s