Titik Balilk

Ini sebenarnya adalah postingan curhat global karena emang blog saya ini yang sudah saya tulis sejak 2007 atau mungkin 2003 ya, emang buat semua apa yang terjadi di sekitar saya, yang menjadi inspirasi saya atau emang sekedar sharing atau  berbagi dengan harapan bisa membantu siapa aja yang  nyasar ke blog saya. Atau hanya sekedar seperti secarik kertas yang saya bisa tulis dengan ‘apapun’ yang saya mau.

Beberapa tahun terakhir, puncaknya Maret  dan September 2016 adalah emang dimana saya mengalami titik paling ‘berat’ dalam hidup. Tapi kalu diliat, masih lah ada yang lebih berat lagi dari apa yang saya rasakan, maksudnya ada orang2 disana yang jauh mengalami hal2 yang lebih berat dari saya. Tetep saja apa yang saya alami itu membuat saya semakin terus ingat, jika saya lupa, bahwa semua itu memang berjalan sesuai dengan kehendakNya. Ini blog bukan buat curhat apa yang udah terjadi, karena meski rasanya pengen banget diceritakan tapi mungkin beberapa orang yang membaca akan merasa tersinggung, tersindir, akhirnya pendendam tau semacamnya. Blog ini adalah sebuah reminder saya akan banyak hal. Saya sendiri sih berharap bahwa sebencinya saya akan seseorang, saya tidak akan pernah sampe dendam dan membenci, karena kalu kita (setidaknya saya sih) berdoa aja kita mau Tuhan mengampuni kita, itu aja sih yang sering jadi pengingat saya kalu misal ingat ada yang bikin saya sebel. Atau kalu saya menyukai sesuatu, saya gak sampe lupa, hingga membendakan sesuatu itu dengan berlebihan. Di benak saya sih, gimana kalu Tuhan sudah benci banget sama kita, terus dicuekin? nah saya siapa sih, cuma manusia yang sebenarnya cuma numpang tinggal aja didunia,semuanya punya Tuhan. Ada hak apa gitu saya bisa membenci orang atau sesuatu hal begitu besarnya sampe mati rasa kalu orang bilang. Well, itu sih sudut pandang saya sih. Tiap orang bisa beda!

Beberapa tahun terakhir adalah ujian hidup paling nyata yang saya rasakan. Manusia itu gak lepas dari salah, dan kadang  manusia juga ada yang membutuhkan waktu lama untuk ‘melupakan’, memaafkan, minta maaf, fokus pada hal positive, bangkit dan semacamnya. Mungkin blog saya terkesan sedikit agamais, tapi pada kenyataan Tuhanlah sumber kekuatan saya yang pertama untuk terus bisa berusaha ( baca: berarti saya pernah gagal lho!) menjadi positive thinker, pemaaf, orang yang gak nyakitin orang lain. Saya juga gak mau mentirani diri sendiri bahwa sayalah yang selalu salah, pada kenyataannya saya sering bertanya ‘Apa salah saya?’ terkadang saya gak bisa membela diri. Mungkin kesalahan saya adalah mempertanyakan kenapa saya selalu bertanya ‘Apa salah saya?’ atau kata orang saya tidak cuek. Mungkin juga! tapi ini adalah hal yang saya syukuri karena semoga saya menjadi orang yang peduli dengan orang lain.

Selalu ada hal2 yang membuat manusia marah, orang2 yang bikin kita sebel, atau kejadian2 yang bikin kita gak  habis mikir ‘kok bisa?’. Kalau dipikir lebih dalam lagi, semua itu pasti Tuhan yang mengatur,  so ikhlaskan aja seikhlas2nya kepada yang diAtas. Saya juga belajar menghargai diri sendiri, belajar untuk terus ingat bahwa saya harus lebih dekat lagi ama Tuhan yang Maha Kuasa. Tiap orang tuh beda2 dalam mengatasi masalahnya, bagi saya sih selama tidak melanggar etika privacy siapaun, saya pikir itu hak pribadi masing2.

Kekuatan terbesar kedua saya adalah anak2 saya, dan keluarga saya. Bagi saya, mereka adalah orang2 yang akan selalu mengingatkan saya bahwa saya tidak sendiri, dan saya punya tanggung jawab. Saya ini orang yang sebenernya introverted, dan melancholic, artinya cengeng dan gampang nangis, gampang kepikiran. Kalau ketemu ama orang yang Extroverted dan Sanguine, ya pasti saya adalah bagaikan seongok orang yang suka mengiba diri sendiri hehe begitulah istilahnya. tapi ya gimana kalu emang saya adalah orang yang cenderung melancholic. Nah ini bisa jadi boomerang buat saya,kalu saya sendiri ga bisa selalu ingat akan kekuatan2 disekitar saya yang bikin saya sadar bahwa I am still a lucky person despite all what has happened.

Sebenarnya postingan yang gak penting juga bagi orang lain, ga harus selalu berisi dan berbobot kan isi BLOG? anyway, semoga saya juga bisa menjaga lidah agar saya tidak berkata hal2 yang tidak semestinya terucap. Reminder saya : ucapan kita bisa jadi boomerang artinya bisa balik ke diri sendiri.  Semoga saya bisa terus bersyukur dan juga istighfar karena manusia adalah ladang dosa, baik karena manusia lain,diri sendiri seperti egoisentrisme, dendam, atau hal2 lain yang bersifat kebendaan.Semoga saya juga tetep bisa sabar dan ikhlas.

Udah gitu aja sih!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s