Mengenang Masa LDR Bagian 2: Ketemu di Indonesia dan Jerman

Indonesia-JermanWaah maaf ya  ketunda lama sekali baru blogging part 2nya. Mumpung bulan ini juga bulan special buat kita  berdua, saya usahain blogging bagian 2, plus mumpung belum masuk bulan puasa, dimana mungkin saya bakal jarang nge blog dan blog walking selama puasa ramadan. Oh ya, yang penasaran bagian pertama, bisa ke sini dulu Bagian Awal Mula Semua.

‘UNJUK GIGI’ DI INDONESIA 2008

Nah bagian kedua ini, masuk tahap ‘unuk gigi’ hehe alias menunjukan keseriousan dia sebagai pacar saya. Ini khusus buat yang sedang LDR dengan Warga negara asing, prinsip saya sih ya: jangan pernah deh terbuai dengan iming-iming ‘mau gak kamu ke negara saya, saya bayarin semua.’ duluan. Artinya gini: kalau cowok atau pria asing  ini serious ama kamu, hey be gentleman dong, ya dia yang harus  nemui kamu dulu (si cewek) ke Indonesia. Jangan terbuai dengan iming-iming dia yang ngundang kamu ke negara dia dulu, tanpa dia belum pernah datang ke negaramu bertemu kamu dan keluargamu dan teman-temanmu dulu. Saya tau pasti  ada rasa ‘Wah asyiiiik kapan lagi yo  bisa ke luar negeri gratis! mumpung pacar mau bayarin full’, pasti seneng kan mau ketemu pacar di negaranya? dibayarin lagi?. Tapi justru sebaliknya harusnya kita marah kalau si pria asing ini tidak  mau ke Indonesia dengan beribu alasan! Kalau dia niat bener-bener ama kamu, ya dia yang datang duluan ke Indonesia. Alhasil, cewek2 yang datang ke negara si paacar banyak yang akhirnya gak jadi nikah, maaf gak semua memang,  tapi sebagian besar malah putus karena dibohongin lah, diselingkuhin lah, banyak deh. Prinsip ini saya pegang sejak pertama kali saya berniat berhubungan dengan Warga Negara Asing: KALAU SANG PACAR NIAT, DIA DULU YANG DATANG BERKUNJUNG, sowan istilah bahaya Jawanya, kulonuwon  atau permisi ama orang tua, keluarga, teman-teman juga. Alhamdulillah, sang suami (pacar saat itu) juga mempunyai prinsip yang sama ‘Saya harus ketemu orang tuamu dan keluargamu, serta sahabat2mu dulu di Indonesia:’ So setelah 6 tahun kenal (ketemu online tahun 2003, dan pacaran tahun 2005) sang pacar memutuskan untuk terbang ke Indonesia menemui saya dan keluarga tahun 2008! banyak banget dari temen-temen saya yang sekali lagi skeptis ama dia ‘Kok lama amat sih pacarmu gak nemui kamu, nggak niat kali dia’. Well, saya bisa paham, karena kalau udah LDR maunya cepet  bersatu, mungkin kisah LDR saya adalah kisah LDR yang terlama yang pernah saya denger (baru menikah setelah 8 tahun pertama kali ketemu). Alasan dia menunda terbang ke Indonesia menemui saya adalah :

  1. Dia masih studi S3 untuk Ph.D Fisika.nya. So yes masih harus konsentrasi desertasinya.
  2. Dia juga sibuk bekerja sembari menabung buat keperluan ke Indonesia.

Nah, saya paham betul, plus saya juga masih asyik kuliah plus mengajar bahasa Inggris, and I missed teaching a lot! jadi ya sudah, gak keburu-buru tie the knot alias menikah.

Ada yang istimewa dari keputusan dia untuk datang ke Indonesia waktu itu tahun 2008, dia sengaja memilih waktu yang bertepatan dengan pernikahan mbak kandung saya. Tahu sendiri kan, pernikahan di Indonesia itu selalu mengundang banyak orang, kerabat, keluarga, tetangga, semua diundang. Well, memang sih saya dan keluarga juga kirimin dia kartu undangan pernikan mbak saya, tapi back to the person, artinya kalau dia gak bisa datang kan ya gak bisa memaksa. Tapi, alhamdulillah, dia ,memanfaatkan moment ini buat ‘UNJUK GIGI’ di hadapan banyak orang, di hadapan keluarga dan kerabat, bahwa dia adalah pacar saya. Bangga dan seneng sih dengan keseriousan dia. So, sekitar tahun 2008, jujur saya lupa bulan apa, entar saya tanya mbak saya dulu, tapi mungkin gak usah di blogging, kami untuk pertama kalinya BERTEMU di JUANDA INTERNATIONAL AIRPORT, Surabaya, Indonesia.

Jaman kami dulu, nggak ada tuh Whatssup, BBM, LINE, SNAPCHAT, apalah itu. Wong, HP kami juga jadul, nggak bisa kirim photos, cuma bisa buat SMS dan calling aja, so ya udah komunikasi ya hanya sebatas SMS selama dia menuju ke Indonesia. Malam sebelum dia datang, saya berdoa agar dia dilancarkan perjalanan ke Indonesia, sempet gak bisa tidur karena deg2an, seneng banget.

Jreng jreng jreng!!! paginya, saya udah siap2, dan udah tiba di bandara, 2 jam sebelum dia datang. Sumpah! rasanya bergetar sekali saat lihat dia keluar dari pintu kedatangan, saya masih ingat baju yang dia pake, semuanya yang dia pake, herannya saya nggak ingat saya pake baju apa. Once again, bisa tanya sih ama suami apa dia ingat saya pake baju apa, tapi itu buat saya aja ya info gak pentingnya. Anyway, akhirnya!!! kami berjumpa, saya sih nangis ya hehe tapi dia sih biasa aja alias nggak nangis. Ah wanita emang makhluk emotional!

Saat acara pernikahan mbak saya, banyak yang kaget waktu tau bahwa dia pacar saya. Yaah biasa pertanyaan yang muncul ‘Kapan nikah?’. Saya tersanjung dengan niat tulus suami saya (pacar saat itu) bahwa dia benar-benar memanfaatkan moment ini untuk ‘tampil di ‘publik’ ‘ bahwa dia menunjukkan keseriousannya pada saya.

Selama sekitar 3 minggu, dia melewatkan liburan di Indonesia. Kami mengunjungi Jogjakarta dan Bromo. Beberapa teman saya bingung kenapa tidak Bali. Well, karena saya orang Jawa, tanpa bermaksud narsis, saya ingin memperkenalkan makanan dan budaya Jawa terlebih dahulu, ya jadilah kunjungan pertama adalah Jogja dan Bromo.

Sebelum dia kembali ke Jerman, kami sepakat untuk bertemu kembali tahun depan di Jerman. Saat berpisah di bandara, sedih sudah pasti, tetapi juga senang karena kami telah membuat rencana2 masa depan. Alhamdulillah!

‘UNJUK GIGI’ DI JERMAN -akhir tahun 2009

winterol

Waktu kami di Oldenburg, Jerman. Waah ada tanggalnya! 17 December 2009!

Saya suka sekali dengan WINTER atau secara umum musim dingin. Meski sudah hampir 5 tahun (Juni nanti akan menginjak 5 tahun hijrah  ke Jerman) , saya tetep suka dengan WINTER dengan segala keribetannya. I love love love it!

Nah, suami saya tau banget saya suka winter, dan klopnya lagi dia juga lebih suka musim dingin. Dia bertanya kapan mau datang ke Jerman, dan saya dengan tegas menjawab ‘Saya ingin melihat salju!’ akhirnya melalui proses dokument  visa turist, saya apply visa Schengen, alhamdulillah diterima. Maaf kalau ada yang tanya gimana prosesnya, saya jujur udah lupa, karena gak dicatat dan udah lumayan lama. Akhir tahun 2009, sekitar December, saya tiba di Jerman yang sudah dingin dan memutih karena salju, oh yes alhandulillah doa saya di kabulkan that I finaly witnessed the white wonderland, Germany. On top of that, saya bertemu kembali dengan pacar saya, dan bakal ketemu pertama kali dengan keluarganya, dan rekan2 kerja dan bos2nya.

Saya diajak kekantornya, dan dikenalkan kesiapa saja yang ada disana. Saya juga diajak ke kota dimana dia dulu kuliah, dan diperkenalkan kepada teman2 dekatnya. Ah senangnya! Singkat cerita, kami mengunjungi beberapa kota di Jerman, dan karena memang saya apply cuma 30 hari di Jerman, sekitar Januari saya balik lagi ke tanah air, guess what! dengan beberapa rencana kedepan sudah ada ditangan kami berdua.

Oh ya, setelah pertemuan2 ini, kami tetep menjalankan rutinitas chatting, telp2an, email-emailan, dan kirim kartu2. Tidak ada yang berubah, malah semakin erat!

Jadi inti bagian dua adalah saling unjuk gigi, mengakui ke eksistensinya masing-masing!

Bagian ketiga saya akan bercerita tentang Pertunangan dan Pernikahan. Semoga bisa saya blog sebelum Ramadan tiba. Aaamiin.

Ada beberapa saran saya buat siapa aja yang baca yang lagi menjalin LDR dengan pria Asing, kalu dengan wanita asing? hmm well mungkin bisa juga diterapkan.

  1. Jangan keburu-buru kalau pasangan Anda, baru saja kenal sudah mengundang Anda ke negaranya. Iya sih, enak ya gratis tis tis, tapi ini menunjukkan bahwa Anda bisa dibeli, maaf bukan bermaksud apa-apa, tapi menurut saya pria asing yang serious dengan Anda, akan dengan sekuat tenaga mengunjungi Anda terlebih dahulu.
  2. Sabar, dan nggak usah denger celoteh orang kenapa pasangan Anda lama sekali tidak meminang Anda. Well, Anda yang tau seberapa serious pasangan Anda kepada Anda.
  3. Sebagai perempuan, juga harus tegas dalam artian terkadang juga harus mengorek ketegasan sang pasangan. Istilahnya ‘Kamu serious gak sih ama aku?’ artinya santai tapi juga gak cuek.
  4. Kenali negara pasangan Anda baik-baik, syukur2 menguasai bahasanya. Banyak kasus, maaf hanya gara-gara sedang LDR dengan pria asing, gak bisa bahasanya, sehingga banyak miscommunication. Mindset yang berpikiran : Ah nanti kan cocok! harus dibuang. Masa pacaran adalah masa pencocokan, bukan pada saat menikah.
  5. Percaya pada pasangan itu sangat penting dalam LDR. Karena pada saat pacaran kami memang sudah ‘tua’ ketika kami marah, kami gak pernah yang namanya diam2an sampe lama. Meski LDR, jika ada masalah langsung di komunikasikan. Well, mungkin beda ya ama pacaran ABG yang diem2an bisa seminggu.

Mungkin segitu aja beberapa saran LDR dalam phase perkenalan dan pertemuan. So, anyway, good luck ama yang sedang LDR. Insha allah senin bagian 3 udah keluar (kayak novel aja!)

Cheers

 

 

Advertisements

6 responses to “Mengenang Masa LDR Bagian 2: Ketemu di Indonesia dan Jerman

  1. Pingback: Mengenang Masa LDR : Pertunangan dan Pernikahan | The Pearl of Java·

  2. Makasih sarannya tante hehe , bermanfaat banget nih seneng bacanya semoga bisa kaya kalian ya , aku juga ldr bln pernah face time tapi klo foto sudah hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s