Makan Siang Indonesia di Venlo, Belanda

Blog kali ini emang sengaja ditulis dalam bahasa Indonesia karena :

  1. Kebanyakan ya orang-orang Indonesia saja yang mau ke toko Indrajaya di Venlo Belanda ini.
  2. Buat ngebantuin siapa-siapa aja terutama orang Indonesia yang penasaran ama Toko Indrajaya di Venlo Belanda. Kayaknya ini khusus orang Indonesia yang tinggal di Jerman ya, apalagi daerah NRW (North Rhein Wesphalia). Kalau orang Indonesia di Belanda sih saya yakin bakal nemuin toko semacam ini bejibun banyaknya mengingat kedeketan sejarah antara Indonesia dan Belanda.
  3. Saya sempet kebingungan untuk ke Toko Indrajaya karena minimnya informasi. Situs resmi Toko Indrajaya juga homepagenya cuma dalam bahasa Belanda.

Sooo, akhirnya saya putusin saya blog dalam bahasa Indonesia. Meskipun waktu kami datang kesana, customersnya juga banyak banget orang2 lokal juga  daaaan banyak juga yang bawa pulang makanan di buffet! yeeep menu makanan di buffet ini adalah salah satu alasan saya pengen tau gimana sih Toko Indrajaya itu, toko yang para warga Indonesia yang tinggal di kota-kota NRW (federal state atau negara bagian Jerman) sering banget utarakan. Rasa penasaran saya sih sudah lama ya, sejak saya mendengarnya 5 tahun lalu, atau 4 tahun lalu ketika saya pindah ke Jerman, tapi baru keturutan sekarang visit Venlo-nya. Alhamdulillah, another dream comes true. Sebenarnya kenapa repot-repot ke Venlo sih, kalau yang dari kota kami, Dortmund, menempuh jarak 1,5 jam pakai kereta RE (Regional Express), padahal menu-menu yang di buffet saya juga bisa masak semua dalam artian Dortmund sendiri ada banyak toko Asia yang cukup ‘lengkap’ sehingga sampe saat ini saya bisa masak apaaaa aja terutama masakan Indonesia yang saya mau. Penasaran karena mungkin saya juga mau di ‘manja’, makan masakan Indonesia yang enak-enak tanpa masak sendiri.

So, perjalanan dari Dortmund jam 10:30 kemudian kita harus ganti RE di Viersen, kemudian kereta Eurobahn dari Viersen langsung ke Venlo sekitar 30 menit. Oh ya untuk wilayah NRW kita gak butuh zusatsticket atau tiket tambahan untuk ke Venlo, hmm karena kereta yang kita ambil rutenya masuk ke tiket 2000 kita. Sesampainya di Venlo train station, kita tanya bis ke Veldenseweg,ke Customer servicenya yang bisa bahasa Jerman dan Inggris, in case kita gak bisa bahasa Belanda.

Untuk bis ini sebenarnya juga bisa kok di google online. Kita tanya buat meyakinkan aja. Bis yang diambil adalah Bis nomer 83 jurusan Nijmengen. Bis ini berhenti di bus station yang letaknya tepat diseberang train station. Untuk tau bis nomer ini di Platform mana atau gleis mana, ada petunjuk kecil disekitar bus station sana. Bis 83 ini ada di Platform F. Oh ya, ternyata ada bis jurusan Duisburg Jerman berhenti juga disini. Ada 6 stops yang dilalui bis ini untuk sampai ke Veldenseweg dimana Toko Indrajaya berada. Oh ya kalau di situs-situs Jerman selalu ada bantuan ‘Anfahrt’ atau how to get to the location, kalau di situs toko Indrajaya gak ada sama sekali, jadi lumayan research juga gimana kesana apalagi gak pake mobil. Tiket bis, 3 EURO buat orang dewasa one way tiket, dan gratis buat anak kita. Oh ya, berhentinya di Venlo, Heilig Hartkerk ya! jangan yang di Veldenseweg, meski namanya juga sama kayak lokasi dimana Toko Indrajaya berada karena menurut ibu yang punya toko Indrajaya (Eh ternyata orang Surabaya juga sama kayak saya! ketemuan langsung deh berbahasa Jawa ria) kalau  berhenti di Veldenseweg lumayan jauh buat jalan ke Toko Indrajaya.

Apa aja sih yang ada disana?

Ada banyak tentunya produk2 Indonesia: Aneka kerupuk baik jadi atau mentah. Aneka sambal baik dari Toko Indrajaya sendiri atau pabrik gede, sayuran, makanan atau jajanan Indonesia baik yang kemasan atau beku. Banyak sih. Kalau saya kesana, yang utama sih saya mau makan tanpa susah-susah masak sendiri hehe, karena enaaak banget makanannya. Kalau bahan2 makanan mungkin tidak jauh berbeda dengan kebanyakan toko Asia di Dortmund. FYI gak penting banget, saya jarang suka beli produk kemasan kayak Bamboo, atau produk2 bumbu jadi, saya lebih suka masak dari bahan fresh sendiri. BTW ada yang bikin saya nyesel! waktu sebelum kami mau kesana, saya udah ancang2 mau beli jengkol! eeeh sampe sana mungkin juga karena sudah lapar plus putri kecil kami merengek minta makan, ya sudah saya lupa tanya apa ada jengkol. Kata temen saya yang tinggal deket di kota di Jerman, deket Venlo, ada jengkol dibagian frozen. AAAh saya nggak ngecek dengan hati-hati, mungkin efek capek juga. Next time, nginep sehari di Venlo! Kita gak putusin nginep kali ini karena fully booked semua hotels, kalau kita tunda sampe minggu depan, eeeh minggu depan kan sudah puasa. Habis lebaran? well, kelamaan hehe. Nggak sabar banget ya!

Sebenernya Tokonya kecil, tempat makannya itu juga cuma satu meja dengan 5 kursi. Yang makan disitu cuma kita bertiga, yang lain kebanyakan dibawa pulang, iya karena mereka tinggal di Belanda juga dan sekitar situ juga. Menunya buffet cukup variasi! kenyang deh, dan murah juga 6,50 per porsi. Hmm saya lupa tanya per porsi berapa lauk, tapi 3 macam udah kenyang kok. Mereka termasuk generous dalam hal lauk dan nasi. So unless you are very hungry or a greedy person, I guess the portions you see on the photos are more than enough.

Oh ya, sama halnya kayak di Jerman, kantong kresek bayar 10 cents. Jadi bawa sendiri ya kayak di Jerman, unless you wanna have a ‘souvenir’ berupa kantong kresek tulisan toko Indrajaya hehe.

Kalau ditanya apa mau balik lagi kesana? Jawabnya mau, karena emang menu2nya enak2, dan emang beberapa bahan saya bisa dapatkan di toko ini comtohnya Jengkol yang di Jerman gak ada ( ada sih tapi orang2 Indonesia yang jual secara pribadi dan jatuhnya lebih mahal pasti, bukannya komplain tapi saya maklumi kok.)

Kita balik ke Dortmund sekitar jam 3 dan sampe di Dortmund jam 4:30 an sore. Bis yang dipake sama, nomer 83, tapi seberang jalan ya dari awal kita turun. Mau jalan bisa sih tapi lumayan jauh apalagi bawa anak kecil.

Mungkin segitu aja cerita blog saya tentang jalan-jalan singkat (Ausflug) kami ke Venlo Belanda. So have fun! It’s worth visiting!

This slideshow requires JavaScript.

DSC05365[1]

Advertisements

6 responses to “Makan Siang Indonesia di Venlo, Belanda

  1. Enaknya ada makanan Indonesia model buffet begini! Jadi ngeces. Biasanya yang enak itu kalo nasinya hangat terus lauknya dingin ya hahaha ala ala warteg deh jadinya 😀

    • Iyaaa masuk sini serasa di kampung! Ini abis ambil2piringnya dimasukkan microwave jadi anget. Lumayan gak masak sehari. Disana gak ada resto Indonesia?

    • Ada tapi yang enak lumayan mahal soalnya cantik penampilannya haha — dan karena cantik penampilannya ya bukan model kampung lagi, sudah dimodernisasi supaya keren di pasaran. Kalau mau yang model kampung harus ke bazaar wktu ada tapi sekarang udah nggak pernah soalnya selalu excessive wadah dan kantong plastik kalo pesen, jadi nggak pesan lagi deh.

    • Berarti bayar penampilannya ya hehe. Padahal yang model kampung kalau di luar negeri justru tambah eksotis lho, setidaknya kalau di sini, banyak yang toko Indonesia atau restaurant Indonesia model kampung malah laris karena beda. Sayangnya di kotaku gak ada resto Indonesia.

    • iya buat ngenalin makanan Indo ke bule2 kayanya deh hehe. soalnya orang Indonesia di sini nggak gt banyak, kalau model kampung nggak laku ntar hehe
      padahal emang paling enaaak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s