Ladang Emas si Zuckerberg

Shttp://www.theguardian.com/technology/2014/nov/17/facebook-at-work-professional-networking-siteudah hampir dua minggu saya ‘deactivate’ Facebook! Awal saya gabung mah,kayaknya sedikit  banget orang yang join nih Zuckerberg’s land of money! Saya sendiri dikenalin temen saya orang Australia yang sekarang kabur entah kemana, dikasih tau tentang nih facebook. Tampilan juga masih sederhana banget. Saya juga gak ada kontak lain selain si Aussie yang udah gak kontakan lagi ini. Iseng-iseng nulis status gak ada yang baca lumayan bikin perasaan lega alias bisa mengutarakan uneg2 tanpa memperhatikan perasaan pembaca. Ibarat menulis tulisan di pasir pantai, begitu deru air menerjang hilang sudah tulisan tapi rasanya lueegaa buangeti.

Beberapa tahun kemudian, Facebook jadi booming sampe mengalahkan popularitas Multiply yang akhirnya gulung tikar. Tahun demi tahun semakin banyak yang join. Kayaknya hampir semua orang join! well, kecuali suami saya, anak saya hehe. Udah beberapa hari ini saya memutuskan ‘cerai’ ama facebook, mungkin rehat sebentar entah berapa lama. Jenuh? ya mungkin! saya seneng baca status2 temen2 yang beda2 jenisnya. Ada yang pamer anak, masakan, jalan2, rumah, tas, opini, walah banyak pokoknya. Saya sendiri kadang suka pamer! hehe, boleh lah ya sekali2. Nah akhir2 ini saya lagi bener-bener jenuh dengan facebook. Facebook yang sejatinya awalnya bagi saya menyenangkan sekarang jadi gak begitu menarik lagi. Nggak menariknya karena jujur jadi bikin addictive! wah namanya orang ya kadang kepo alias pengen tahu gimana keadaan temen2nya tapi ada yang kepo kebangetan, ada yang wajar. Bagi saya sih kepo yang wajar tandanya saya sayang sama temen saya. La  kalau kebangetan itu yang bikin risih, so far sih gak ada yang begitu di circle saya. Facebook ini penuh seni komunikasi, bagaimana memperhatikan orang lain, dan bagaimana menarik perhatian orang lain.

Facebook juga seni peran, well ya ‘Dunia ini panggung sandiwara’! peran kocak, serious, pemarah, pemalu, dan ini dan itu. Bagi saya sih terserah yang mau posting mau peran apa. Cuma kadang kalu ada yang marah-marah pake ngumpat-ngumpat di facebook, saya juga pengen kasih opini hehe kenapa begitu begini dll. Facebook itu juga penuh dengan cinta, kayak misal kita sakit, kita kasih tau ‘Wall’ pada banyak juga yang mendoakan lekas sembuh. Hal yang bagus menurut saya. Saya jadi ingat salah satu temen saya yang bilang ‘Duh emang Tuhan punya facebook’ kok doa2 segala di facebook, saya sih mesem saja. Wajar sih kalau pada beda pendapat, namanya juga facebook penuh seni peran dan panggung sandiwara.

Facebook juga ajang pada berantem! main ‘unfriend’ temen atau ‘block’ temen dll yang akhirnya mempengaruhi hubungan pertemanan dengan mengabaikan etika pergaulan sesungguhnya misal dengan bertemu muka untuk memecahkan masalah atau saling telepon untuk memecahkan masalah. Hanya dengan 2 detik ‘click unfriend’ atau ‘block’ putuslah hubungan pertemanan. Begitu gampangnya! (menghela napas panjaaaang sekali)Facebook ajang belajar juga dan inspirasi juga!. Belajar menghargai pendapat orang lain yang paling simple.

Waktu saya putuskan deactivate, saya kasih pengumuman hehe supaya gak ada salah sangka buat semua. Ciee emang saya artis? siapa juga yang bakal nyariin saya! tapi kita manusia gak pernah tau gimana orang. Seperti yang sudah saya bilang Facebook adalah seni peran, waktu saya deactivate saya memerankan seoarang ‘artis’ yang mau ‘cuti’ lama dari peredaaran karena harus fokus dalam beberapa hal. Intinya, saya berusaha menjaga perasaan temen2 saya.

Jujur setelah hampir 2 minggu saya deactivate facebook, saya jadi lebih fokus ke keluarga saya misal, atau ke bakat saya, dan ini dan itu yang saya nggak mau sebutin semua disini. Saya bakal balik sih kasih si Zuckerberg ini duit! tapi saat ini saya enjoy ‘cuti’ dari Facebook! dan hanya berblogging dan bertwitter ria!

Ternyata ‘komitmen’ saya yang saya buat 5 tahun lalu, baru bisa terlaksana tahun ini! bukan sekedar 30 minutes, tapi mungkin lebih dari sebulan atau mungkin lebih. We’ll see apakah saya mood kembali ke ladang duitnya Zuckerberg! Bukankah memberi orang lain duit sedekah pahala? hehe.

Facebook 5 tahun lalu: https://thepearlofjava.wordpress.com/2010/05/23/tick-tock-30-minutes-is-all-i-can-give/
Flag Counter

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s